Latest News

Thursday, October 3, 2019

Markus 16:17-18 : BUKAN ALAT UJI IMAN !!

Pertanyaan ini sering dijadikan sbg bahan perdebatan agama lain dalam diskusi lintas agama.Mohon dipelajari agar dapat memberi penjelasan kepada teman semua


Markus 16:14-18

14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
---- -----


Ada pihak di luar kristen yang menggunakan Markus 16:17-18 sebagai alat untuk menantang kristen untuk membuktikan iman mereka (pengujian iman). Ada juga kristen2 yang saling menantang satu sama lainnya atau menantang diri mereka sendiri sebagai pembuktian iman mereka.

Absurd !, ya absurd, karena tidak memahami bahwa ayat2 tersebut bukanlah suatu alat uji.

Lihat dari mulai ayat 14, sbb :

Markus 16:14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.

-----

Lihat bagian : "ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka ".

--

Ayat 17-18 itu adalah terusan dari ayat 14 dan 15 yang artinya perkataan di ayat 17-18 itu adalah perkataan BAGI murid2, yang tidak percaya dan degil hati itu.

Perkataan Yesus itu adalah utk murid2nya yang ditugaskannya utk memberitakan injil (ayat 15).

Yakni murid-murid tsb (ayat 14) AKAN MELIHAT tanda2 pada orang percaya.

....

dan kemudian lihat ayat 20 nya, yang adalah JAWABAN bahwa ayat itu bukanlah ayat pengujian iman, tidak bisa digunakan untuk menantang sebagaimana yang pernah diajukan oleh Alm. Ahmad Deedat dan kemudian diikuti oleh pengikut2nya. Saya copas ayat 20 nya :

Markus 16:20 Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu DENGAN TANDA-TANDA yang menyertainya.

----

Jelas khan ?! . Perkataan itu adalah bagi murid2 yg susah percaya dan degil hati itu. Dan sudah full circle alias tergenapi/selesai.

Dari ayat 20 itu kita ketahui bhw murid2 melihat tanda2 pada orang2 yang percaya.

Nah bagaimana murid2 selanjutnya alias pemberita2 khabar baik/injil selanjutnya ?

mereka harus baca sampai ayat 20. Dan kalau mereka percaya akan apa yg tertulis itu dan memang melakukan pemberitaan injil demi Yesus/Allah dan bukan demi ego mereka maka mereka pun akan bisa melihat tanda2 pada orang percaya yang mereka beritakan injil kepada mereka sebagaimana murid2 melihat tanda2 itu.

Lihat ayat 15 nya : Pemberitaan Injil. Dan tanda2 akan menyertai (ayat16-17).

Selanjutnya, yang kemudian disalahpahami oleh kebanyakan orang adalah bhw tanda2 itu menjadi/dijadikan sbg semacam kesaktian bahkan imortalias di dunia alias nggak bisa mati fisikal. Padahal tidak demikian.

Petrus ya mati juga. murid2 lainnya ya mati juga. Tanda2 itu bukan spt kesaktian yang membuat murid2 jadi semacam superhero.

Tanda2 itu terkait dgn pemberitaan Injil.

Dan pemberitaan Injil suatu saat bisa dihadapkan pada pengorbanan diri krn kasih menanggung segala sesuatu yakni bisa menghadapi kematian fisikal demi tujuan yg lebih besar , yakni Kasih sebagaimana terjadi pada Yesus (kematian di kayu salib).

Kalau tak ada pemberitaan Injil alias cuma buat ujicoba doang sementara Yesus pun bilang jangan mencobai Allah maka ya tanggung sendiri lah perbuatannya.

Ngusir setan buat gaya2 an maka tanggung sendiri konsekuensinya. tumpang tangan buat gaya2 an atau buat ngetes2, tanggung sendiri konsekuensinya.



Dari Katolisitas.com:
Mrk 16:17-18 Memegang Ular, Minum Racun, Menyembuhkan
Bagaimanakah kita mengartikan Markus 16:17-18? Pada masa Gereja awal, mukjizat-mukjizat seperti ini umum terjadi. Banyak terjadi catatan-catatan kejadian seperti ini yang direkam dalam sejarah, seperti yang tertulis dalam Kitab Perjanjian Baru (lih. Kis 3:1-11, 28:3-6) dan dalam tulisan-tulisan jemaat Kristen pertama, seperti yang dituliskan oleh St. Irenaeus (abad ke-2, lih. Eusebius, HE 5, 7, 4-6).

Hal- hal dalam Mrk 16:17-18, juga disebutkan dalam kitab Perjanjian Baru, seperti bagaimana para rasul mengusir kuasa jahat (Kis 5:16; 8:7), berkata-kata dalam bahasa Roh (lih. Kis 2:3-, 10:46; 19:6; 1 Kor 14), mengangkat ular (lih. Kis 28: 3-; Luk 10:19), meletakkan tangannya ke atas orang-orang sakit dan menyembuhkan (lih. Kis 28:8). Maka memang perkataan Yesus ini digenapi secara luar biasa pada para jemaat pertama.

Mukjizat memang merupakan sesuatu yang penting dan pantas terjadi di abad- abad awal, untuk menjadi tanda bukti kebenaran agama Kristiani. Mukjizat-mukjizat seperti ini masih terjadi sekarang, walau dari segi frekuensinya tidak lagi sesering pada jemaat pertama. Hal ini pantas (fitting) juga, karena ajaran Kristiani telah dikenal oleh banyak orang dan diterima sebagai kebenaran, dan untuk memberi ruang bagi iman, di mana oleh iman seseorang dapat menerima mukjizat tersebut dari Tuhan. St. Jerome pernah mengajarkan demikian, “Mukjizat-mukjizat itu diperlukan pada saat awal untuk meneguhkan iman orang-orang. Namun pada saat iman seseorang sudah diteguhkan, maka mukjizat-mukjizat tidak diperlukan” (lih. Commentary on Mark, in loc). Pernyataan ini sungguh benar, karena semakin kita dekat dan bersatu dengan Tuhan, kita mempunyai keterbukaan untuk menerima apapun rencana Tuhan dalam hidup kita. Menerima mukjizat kesembuhan jasmani atau tidak, tidak menjadi sesuatu yang utama; atau hal melihat mukjizat terjadi (melihat orang yang mengangkat ular atau minum racun tapi tidak celaka) tidaklah menjadi berpengaruh terhadap iman mereka. Pendeknya, orang yang sungguh beriman tidak lagi mementingkan mukjizat -mukjizat lahiriah, tetapi lebih memusatkan perhatian terhadap hal- hal rohani, sebab ia mengetahui bahwa pada akhirnya segala yang rohani dan surgawi merupakan sesuatu yang lebih penting dan ‘mengatasi’ yang bersifat jasmani. Sebab orang- orang yang menerima mukjizat jasmani suatu saat tidak akan menerimanya lagi, dan akan ada saatnya semua orang akan wafat dan menghadap Allah. Maka yang terpenting pada akhirnya adalah bagaimana mempersiapkan hati jika saat itu tiba: sebab pada akhirnya para beriman akan kembali ke rumah Bapa dengan hanya membawa ketiga hal ini: iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya adalah kasih (1 Kor 13:13). Nubuat akan berakhir, bahasa Roh akan berhenti, pengetahuan akan lenyap, tetapi kasih akan tetap, tidak berkesudahan (lih. 1 Kor 13:8).

Namun demikian, bukan berarti bahwa Gereja sekarang tidak disertai Allah dengan mukjizat-mukjizat. Allah tetap bekerja melalui para orang kudusnya di sepanjang sejarah manusia. Di dalam sejarah Gereja Katolik, tak terhitung mukjizat-mukjizat yang terjadi melalui perantaraan orang-orang kudusnya. Beberapa mukjizat yang tercatat dalam sejarah adalah mukjizat kesembuhan, mukjizat mengatasi kodrat (ketika berdoa dapat terangkat dari bumi, ketika wafat jenazahnya masih utuh, seperti contohnya dapat dilihat di sini, silakan klik), ‘bilocation’ (dapat hadir di dua tempat pada saat yang bersamaan), mukjizat menerima stigmata luka- luka Yesus, mukjizat membangkitkan orang mati dst. Mukjizat ini juga terus terjadi sampai saat ini di tempat-tempat ziarah tempat penampakan Bunda Maria, seperti yang terjadi di Lourdes, Perancis.

Kesembuhan ini juga tak terjadi secara supernatural, tetapi juga melalui pengobatan dan perawatan. Melalui karya kerasulan Gereja Katolik, banyak orang mengalami kesembuhan melalui rumah-rumah sakit Katolik (tahun 1992 sekitar 5, 478 rumah sakit Katolik dengan merawat 4.5 milyar pasien di seluruh dunia), juga panti asuhan dan panti jompo.

Hal ini membuktikan nubuat Yesus sendiri, “Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu…” (Yoh 14:12).

Maka bagi umat Katolik, yang terpenting adalah mengimani Tuhan Yesus dan menjalani kehidupan ini bersama-Nya dan di dalam Dia. Selanjutnya masalah perwujudan mukjizat dalam kehidupan manusia tidaklah menjadi faktor utama di dalam iman. Sebab kita tidak perlu melihat mukjizat dahulu baru kemudian percaya. Sebaliknya, kita sudah percaya, dan kita serahkan kepada Tuhan perihal mukjizat tersebut, jika dipandangnya berguna bagi iman kita, Ia dapat memberikannya. Namun jika tidak, tidaklah menjadi masalah, sebab Tuhanlah yang dengan kebijaksanaan-Nya memahami yang terbaik bagi setiap umat-Nya.

Sebab, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibr 11:1) Oleh sebab itu memang kita dikatakan sungguh beriman jika kita tetap dapat mengimani Tuhan walaupun tidak melihat Dia dan mukjizat-mukjizat-Nya. Bagi umat Katolik, mukjizat yang begitu besar namun juga begitu sederhana terjadi di dalam setiap perayaan Ekaristi, di mana Tuhan Yesus hadir mengambil rupa roti dan anggur. Di dalam Ekaristi inilah rahmat Tuhan mengalir di dalam Tubuh Gereja-Nya, untuk menumbuhkan ketiga kebajikan ilahi di hati umat-Nya, yang diperhitungkan di akhir nanti, yaitu: iman, pengharapan dan kasih. Jika ketiga hal ini sudah diberikan di dalam hati umat beriman, adalah kebijaksanaan Yesus yang menentukan apakah Ia akan memberikan mukjizat yang lain, jika dipandang-Nya berguna bagi pertumbuhan rohani umat-Nya. Itulah sebabnya, sampai sekarang mukjizat kesembuhan melalui Ekaristi juga masih terjadi, baik atas perantaraan para pendoa seperti Sr. Briedge McKenna, Romo Yohanes Indrakusuma O Carm, ataupun melalui doa- doa pribadi tiap- tiap orang beriman; namun yang terpenting, adalah bagaimana kehidupan rohani umat beriman setelah menerima mukjizat tersebut.

Tafsiran lainnya:

Tafsir Markus 16:15-20


by: Leonardo

Injil markus 16:15-20
Ayat-ayat dalam Markus 16:15 – 20 ini berbicara mengenai Pesan Kristus secara khusus kepada GerejaNya. Yang dikenal juga dengan amanat Agung dalam matius pasal 28. Saat ini kita akan membahas satu persatu mulai dari ayat ayat 15.
Markus 16:15
“Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Dalam ayat ini Yesus mulai memberi perintah kepada Murid-muridNya. Artinya murid-murid Yesus siapapun itu memiliki kewajiban/tugas untuk meneruskan misi yang sudah dirintis oleh Kristus sendiri. Setiap orang percaya adalah juga murid Kristus yang punya tanggung jawab untuk meneruskan tongkat estafet yang telah dimulai oleh Kristus sendiri.
“… Pergilah ke seluruh dunia”
“Poreuthentes eis ton kosmon

Kristus menegaskan bahwa misi Injil/Penyelamatan itu bersifat universal. Bukan hanya terbatas kepada wilayah Israel. Kepada seluruh dunia/kosmon menunjuk kepada daerah geografis yang ada didunia ini, di planet bumi ini.
Ketika Kristus naik ke surga, Injil itu bersifat universal dan mengatasi batas-batas geografis.
Kemudian dikatakan: “…beritakan Injil kepada segala makhluk
“apanta keruksate to euangelion pase te ktisei”
Disini ada kata perintah untuk keruksate yang bermakna proklamirkan, beritakan Injil. Kata proklamirkan itu bermakna sebuah kata yang bernada kemenangan. Karena Kristus yang sudah bangkit, menang atas maut itu menjadi inti pusat dari berita Injil.
Pemberitaan Injil haruslah berpusat kepada Kristus. Pemberitaan Injil yang hanya bersifat seruan moral tanpa berpusat pada Kristus itu bukan merupakan berita Injil yang penuh. Pemberitaan Injil berarti memproklamirkan bahwa Kristus yang sudah bangkit itu berkuasa atas segala sesuatu yang menyediakan keselamatan bagi semua orang yang percaya.
Dikatakan beritakan Injil kepada SEGALA makhluk/ktisei/ciptaan. Artinya disini kembali ditekankan bahwa berita Injil itu universal. Untuk segala suku bangsa. Bukan hanya untuk orang Yahudi saja. Dalam Matius 28:19 dikatakan bahwa Kristus memerintahkan kepada murid-muridNya untuk menjadikan segala bangsa/ pan ta ethne. Segala etnis baik negro, Indian, dll semua menjadi sasaran berita Injil yang bersifat universal.

Markus 16:16
“Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Kemudian Yesus berkata bahwa orang-orang yang menjadi percaya kepada berita Injil itu haruslah dibabtis/Babtistheis. Baptisan menggambarkan lambang penggabungan diri kepada sebuah kelompok. Jika kita dibabptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus berarti kita sedang mengadakan perjanjian untuk bergabung kedalam timnya Allah. Kita bukanlah kelompok dunia lagi. Kita adalah anggota kerajaan Allah. Hal ini memiliki konsekwensi untuk kita belajar memiliki etika hidup sebagai warga kerajaan surga.
“… siapa yang tidak percaya akan dihukum
Orang-orang yang mendengar berita Injil tetapi mengeraskan hati dan tidak membuka diri untuk menerima berita Injil maka mereka sedang menaruh hidupnya dibawah penghukuman. Sebenarnya yang ditekankan disini bukan penghukuman Allah, namun lebih kepada akibat praktis dari menolak berita Injil. Seperti misalnya; jika orang tidak pakai helm kemudian kecelakaan dan kepalanya gegar otak, maka apakah orang itu menjadi gegar otak karena dihukum polisi? Tentu tidak. Lebih tepat dikatakan bahwa orang tersebut menjadi celakan sebagai akibat menolak imbauan Polisi. Demikian juga manusia yang tidak menerima berita Injil akan menjadi celaka sebagai akibat penolakan mereka sendiri.

Markus 16:17-18
17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

ayat 17; … tanda-tanda ini akan menyertai orang percaya
semeion/ tanda/cap menjadi bukti bahwa berita Injil itu benar. Allah mengaruniakan tanda kepada orang percaya yang mau memberitakan Injil. Tanda-tanda ini tidak akan bekerja jika tidak ada pemberitaan Injil. Ketika Injil terlebih dahulu diberitakan maka tanda-tanda ini mengikutinya. Ada banyak orang saat ini mengharapkan tanda namun mereka tidak mau memberitakan Injil. Disepanjang Kitab Injil Yesus memberikan contoh bahwa Dia terlebih dahulu memberitakan Injil barulah Dia melakukan tanda-tanda tersebut. Karena dalam pemberitaan Injil ada firman yang disampaikan. Dimana firman disampaikan disana menimbulkan iman. Iman inilah yang menarik kuasa Allah turun atas manusia.

Markus 16:19
“sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

Setelah misi pengutusan ini Yesus naik ke surga dan duduk disebelah kanan Allah. Duduk disebelah kanan Allah adalah bahasa metaforis bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Allah sesuai mazmur 110 :1
“Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."


Menurut ayat ini Mesias duduk disebelah kanan Allah. Artinya Mesias diberi mandate oleh Allah untuk menjalankan pemerintahan Allah atas dunia. Dengan kata lain Yesus sebagai manusia dalam misiNya sebagai Mesias, Dia memegang segala otoritas di surga dan di bumi dan juga di bawah bumi. Senada dengan hal ini matius merekam sabda Yesus dalam Injilnya.
“yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

Marks 16:20
“Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.


Murid-murid patuh melaksanakan apa yang diperintahkan Yesus untuk memberitakan Injil. Dalam ayat ini kita lihat pola yang sama untuk munculnya tanda-tanda ajaib. Mereka memberitakan Injil dulu kemudian Tuhan meneguhkan pemberitaan mereka.
Janji-janji dalam ayat-ayat ini masih berlaku untuk Gereja Tuhan saat ini. Tugas Gereja saat ini mau punya misi keluar, beritakan Injil dan tanda-tanda itu akan menyertai kita. Buktikan!!!
Tafsiran pada kisah rasul pasal 1:1-8 initinya berbicara tentang Kuasa yang dijanjikan Tuhan pada murid-muridNya.
Roh Kudus turun pada hari pentakosta dan memenuhi murid-murid. Intinya disini ada masa persiapan sebelum mereka pergi memberitakan Injil.
Gereja saat ini juga butuh masa-masa persiapan sebelum memberitakan Injil. Kita tidak perlu meminta pencurahan Roh kudus, ini salah kaprah yang seringkali terjadi di Gereja saat ini. Roh kudus sudah dicurahkan 2000 tahun yang lalu pada saat Pentakosta. Gereja hanya perlu hidup dalam Firman, Doa, menjaga kekudusan dan punya imanNya Allah kemudian pergi memberitakan Injil. Ketika kita percaya kita sudah diberikan Roh kudus tinggal dalam hidup kita. Sekarang tinggal bagaimana kita mempotensikan diri kita dengan kuasa yang sudah Allah taruh dalam hidup kita. Babptisan Roh Kudus berbeda dengan pencurahan Roh Kudus pada saat Pentakosta Gereja Mula-mula.

Tags

Renungan (53) Sejarah Gereja (45) Kepausan (42) Katekese (40) Para Kudus (39) Berita Katolik (37) Ekaristi (36) Kitab Suci (33) Yesus Kristus (33) Doa dan Hymne (30) Liturgi (29) Apologetik (26) Renungan Cerdas (25) Fransiskus (22) Santa Maria (22) Artikel Lain (19) Dokumen Gereja (19) Gereja Katolik (19) Katekese Liturgi (17) Ajaran Gereja Katolik (16) Komuni Kudus (16) Paskah (16) Benediktus XVI (13) Dasar Iman Katolik (13) Kisah Nyata (13) Renungan Poltik (13) Natal (11) Kompendium Katolik (10) Bapa Gereja (9) Katolik Indonesia (9) Katolik Timur (9) Petrus (9) Roh Kudus (9) Sakramen Gereja Katolik (9) Allah Tritunggal (8) Perayaan Ekaristi (8) Prapaskah (8) Prodiakon (8) Tradisi (8) Kesaksian (7) Pemazmur (7) Sakramen Ekaristi (7) Tuhan Allah (7) Adven (6) Kematian (6) Liturgi dan Kaum Muda (6) Misdinar (6) Paduan Suara Gereja (6) Pekan Suci (6) Rabu Abu (6) Ajaran Gereja (5) Hari Peringatan (5) Hari Pesta / Feastum (5) Kamis Putih (5) Maria Bunda Allah (5) Perayaan Natal (5) Piranti Liturgi (5) Seputar Liturgi (5) Tritunggal (5) EENS (4) Ibadat Kematian (4) Ibadat Peringatan Arwah (4) Katekismus Gereja (4) Maria Diangkat Ke Surga (4) Minggu Palma (4) Misa Jumat Pertama (4) Misa Latin (4) Nasihat Bijak (4) Nyanyian Liturgi (4) Pentakosta (4) Sakramen Perkawinan (4) Seremonarius (4) Surat Gembala Paus (4) Surat Gembala Uskup (4) Tahun Iman (4) Tokoh Nasional (4) Tuhan Yesus (4) Beato dan Santo (3) Berita Nasional (3) Doa Litani (3) Doa Rosario (3) Dupa dalam Liturgi (3) Eksorsisme (3) Jalan Salib (3) Jumat Agung (3) Lektor (3) Liturgi dan Anak (3) Makna Homili (3) Malam Paskah (3) Masa Prapaskah (3) Misa Krisma (3) Misa Tridentina (3) Musik liturgi (3) Novena Natal (3) Pantang dan Puasa (3) Sakramen Tobat (3) Spiritualitas (3) Surat Gembala KWI (3) Tata Gerak dalam Liturgi (3) Tokoh Internasional (3) Toleransi Agama (3) Yohanes Paulus II (3) Cinta Sejati (2) Dasar Iman (2) Denominasi (2) Devosi Hati Kudus Yesus (2) Devosi Kerahiman Ilahi (2) Doa (2) Doa Angelus (2) Doa Novena (2) Doa dan Ibadat (2) Ekumenisme (2) Gua Natal (2) Hari Sabat (2) Homili Ibadat Arwah (2) How To Understand (2) Ibadat Syukur Midodareni (2) Inkulturasi Liturgi (2) Inspirasi Bisnis (2) Kanonisasi (2) Kasih Radikal (2) Keajaiban Alkitab (2) Keselamatan Gereja (2) Kisah Cinta (2) Korona Adven (2) Lagu Malam Kudus (2) Lagu Rohani (2) Lawan Covid19 (2) Lintas Agama (2) Madah dan Lagu Liturgi (2) Makna Natal (2) Maria Berdukacita (2) Maria Dikandung Tanpa Noda (2) Maria Ratu Rosario Suci (2) Motivator (2) Mujizat Kayu Salib (2) Mutiara Kata (2) New Normal (2) Nita Setiawan (2) Organis Gereja (2) Penyaliban Yesus (2) Perarakan dalam Liturgi (2) Peristiwa Natal (2) Perubahan (2) Pohon Natal (2) Renungan Paskah (2) Sakramen Gereja (2) Sakramen Imamat (2) Sakramen Minyak Suci (2) Sakramen Penguatan (2) Sekuensia (2) Sharing Kitab Suci (2) Tahun Liturgi (2) Tujuan dan Makna Devosi (2) Ucapan Selamat (2) Virus Corona (2) WYD 2013 (2) Youtuber Top (2) 2 Korintus (1) Aborsi dan Kontrasepsi (1) Abraham Linkoln (1) Adorasi Sakramen Mahakudus (1) Agama Kristiani (1) Ajaran Gereja RK (1) Alam Gaib (1) Alam Semesta (1) Alkitab (1) Allah Inkarnasi (1) Allah atau Mamon (1) Arianisme (1) Ayat Alquran-Hadist (1) Bapa Kami (1) Berdamai (1) Berhati Nurani (1) Berita (1) Berita Duka (1) Berita International (1) Bible Emergency (1) Bukan Take n Give (1) Busana Liturgi (1) Cara Mengatasi (1) Cinta Sesama (1) Cintai Musuhmu (1) D Destruktif (1) D Merusak (1) Dialog (1) Doa Bapa Kami (1) Doa Permohonan (1) Doa Untuk Negara (1) Documentasi (1) Dogma EENS (1) Doktrin (1) Dosa Ketidakmurnian (1) Dunia Berubah (1) Egois dan Rakus (1) Era Google (1) Evangeliarium (1) Filioque (1) Garputala (1) Gereja Orthodox (1) Gereja Samarinda (1) Godaan Iblis (1) Golput No (1) Hal Pengampunan (1) Hamba Dosa (1) Hari Bumi (1) Hari Raya / Solemnity (1) Haus Darah (1) Hidup Kekal (1) Hierarki Gereja (1) Homili Ibadat Syukur (1) Ibadat Kremasi (1) Ibadat Pelepasan Jenazah (1) Ibadat Pemakaman (1) Ibadat Rosario (1) Ibadat Tobat (1) Imam Kristiani (1) Imperialisme (1) Influencer Tuhan (1) Inisiator Keselamatan (1) Injil Mini (1) Inspirasi Hidup (1) Irak (1) Israel (1) Jangan Mengumpat (1) Kandang Natal (1) Karismatik (1) Kasih (1) Kasih Ibu (1) Kata Allah (1) Kata Mutiara (1) Katekismus (1) Keadilan Sosial (1) Kebaikan Allah (1) Kebiasaan Buruk Kristiani (1) Kedewasaan Kristen (1) Kehadiran Allah (1) Kejujuran dan Kebohongan (1) Kelahiran (1) Keluarkan Kata Positif (1) Kemiskinan (1) Kesehatan (1) Kesetiaan (1) Kesombongan (1) Kiss Of Life (1) Kompendium Katekismus (1) Kompendium Sejarah (1) Konsili Nicea (1) Konsili Vatikan II (1) Kremasi Jenazah (1) Kumpulan cerita (1) Lamentasi (1) Lectionarium (1) Mantilla (1) Maria Minggu Ini (1) Martir Modern (1) Masa Puasa (1) Masalah Hidup (1) Melawan Setan (1) Mengatasi Kesepian (1) Menghadapi Ketidakpastian (1) Menjadi Bijaksana (1) Menuju Sukses (1) Mgr A Subianto B (1) Misteri Kerajaan Allah (1) Misterius (1) Moral Katolik (1) Mosaik Basilika (1) Mukjizat Cinta (1) Mukzijat (1) Nasib Manusia (1) Opini (1) Orang Berdosa (1) Orang Jahudi (1) Orang Kudus (1) Orang Lewi (1) Orang Munafik (1) Orang Pilihan (1) Orang Sempurna (1) Ordo dan Kongregasi (1) Owner Facebooks (1) Pandangan Medis (1) Para Rasul (1) Pelayanan Gereja (1) Pembual (1) Pencegahan Kanker (1) Penderitaan Sesama (1) Pendiri Facebooks (1) Penerus Gereja (1) Penjelasan Arti Salam (1) Penyelamatan Manusia (1) Penyelenggara Ilahi (1) Perasaan Iba (1) Perdamaian Dunia (1) Perjamuan Paskah (1) Perjamuan Terakhir (1) Perkataan Manusia (1) Perselingkuhan (1) Pertobatan (1) Pesta Natal (1) Pikiran (1) Positik kpd Anak (1) Presiden Soekarno (1) Pusing 7 Keliling (1) Putra Tunggal (1) Rasio dan Emosi (1) Roh Jiwa Tubuh (1) Roti Perjamuan Kudus (1) Saat Pembatisan (1) Saat Teduh (1) Sabat (1) Sahabat lama (1) Sakit Jantung (1) Sakramen Baptis (1) Saksi Yehuwa (1) Salib Yesus (1) Sambutan Sri Paus (1) Sejarah Irak (1) Selamat Natal (1) Selamat Tahun Baru (1) Selingan (1) Siapa Yesus (1) Soal Surga (1) Surat Kecil (1) Surat bersama KWI-PGI (1) Surga Dan Akherat (1) Tafsiran Alkitab (1) Tamak atau Rakus (1) Tanda Beriman (1) Tanda Percaya (1) Tanpa Korupsi (1) Tanya Jawab (1) Teladan Manusia (1) Tembok Yeriko (1) Tentang Rakus (1) Teologi Di Metropolitan (1) Thomas Aquinas (1) Tim Liturgi (1) Tokoh Alkitab (1) Tokoh Gereja (1) Tolong Menolong (1) Tradisi Katolik (1) Tri Hari Suci (1) Triniter (1) True Story (1) Tugas Suku Lewi (1) Tugu Perdamaian (1) Tuguran Kamis Putih (1) Tuhan Perlindungan (1) Tulisan WAG (1) YHWH (1) Yesus Manusia (1) Yesus Manusia Allah (1) Yesus Nubuat Nabi (1) Yesus Tetap Sama (1)